NUNUKAN – Kabar membanggakan datang dari kalangan mahasiswa Politeknik Negeri Nunukan (PNN). Empat mahasiswa Program Studi Teknik Sipil berhasil meraih prestasi luar biasa dengan menyabet dua gelar Juara 2 dalam ajang kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Borneo Tarakan (UBT). Prestasi ini semakin menegaskan kualitas pendidikan vokasi di PNN mampu bersaing setara dengan perguruan tinggi lain di wilayah Kalimantan Utara.
Kompetisi tersebut digelar dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-25 HMTS Universitas Borneo Tarakan, sebuah perayaan seperempat abad keberadaan dan kiprah organisasi mahasiswa Teknik Sipil UBT. Ajang ini menjadi wadah berkumpulnya mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai perguruan tinggi se-Kaltara untuk menguji kemampuan teknis, kreativitas, serta ketelitian dalam bidang desain dan perencanaan konstruksi.
Dalam Lomba Jembatan Balsa, tim dari PNN yang terdiri dari tiga mahasiswa berhasil tampil mengesankan dan meraih posisi Juara 2. Mereka adalah Metodius Dominikus Duran Mangu, Dzikria Qonita Akram, dan Kalvin Daud Tandi. Ketiga mahasiswa ini menunjukkan kemampuan luar biasa dalam merancang dan membangun struktur jembatan dari bahan kayu balsa yang ringan namun mampu menahan beban maksimal, menggabungkan prinsip rekayasa dengan ketelitian tangan yang tinggi.
Sementara itu, dalam Lomba AutoCAD yang menguji kemahiran perangkat lunak desain teknik sipil, Zakiy Waliyuddin tampil sebagai salah satu peserta terbaik dan berhasil menyabet gelar Juara 2. Kompetisi ini menuntut kecepatan, ketepatan, serta pemahaman mendalam tentang standar gambar teknik—kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja profesional saat ini.
Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kemampuan, kreativitas, dan dedikasi mahasiswa PNN dalam bidang desain dan perencanaan Teknik Sipil. Keberhasilan ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses belajar yang tekun, latihan yang konsisten, serta bimbingan dari para dosen di lingkungan kampus PNN. Partisipasi aktif mahasiswa PNN dalam lomba ini juga menunjukkan semangat untuk terus mengasah kemampuan dan mengukur diri bersama mahasiswa dari institusi lain.
Direktur Politeknik Negeri Nunukan, Arkas Viddy, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam atas pencapaian para mahasiswanya. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti bahwa mahasiswa PNN memiliki kualitas yang tidak kalah dengan mahasiswa dari perguruan tinggi mana pun.
“Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Politeknik Negeri Nunukan untuk terus berkarya dan berprestasi di berbagai bidang,” ujar Arkas Viddy. Beliau berharap semangat juang para mahasiswa Teknik Sipil ini dapat menular ke seluruh jurusan, menciptakan budaya berprestasi yang kuat di lingkungan kampus.
Keterlibatan mahasiswa PNN dalam kompetisi yang diselenggarakan HMTS UBT juga menjadi bentuk kerja sama dan silaturahmi antar perguruan tinggi di Kalimantan Utara. Melalui ajang seperti ini, terjalin hubungan yang erat antara PNN dan UBT, serta tercipta ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antar mahasiswa Teknik Sipil di wilayah perbatasan.
Bagi para pemenang, penghargaan ini bukan sekadar piala atau sertifikat, melainkan pengakuan atas kemampuan mereka dalam menerapkan ilmu yang dipelajari di ruang kelas ke dalam praktik nyata. Di masa depan, kemampuan merancang struktur yang aman, efisien, dan estetis akan menjadi bekal berharga saat mereka terjun ke dunia kerja maupun industri konstruksi.
Dari Nunukan, empat mahasiswa Teknik Sipil ini telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, prestasi bisa diraih dari mana saja. Selamat dan sukses untuk Metodius, Dzikria, Kalvin, dan Zakiy! Semoga ini menjadi awal dari rentetan keberhasilan yang lebih gemilang, membawa nama Politeknik Negeri Nunukan semakin dikenal di kancah kompetisi nasional. (ADHE/DIKSIPRO)
