NUNUKAN – Meringankan beban ekonomi sekaligus memberikan manfaat kesehatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan khitan massal pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Baznas Nunukan, Jalan Antasati RT 14 No. 31, Kelurahan Nunukan Tengah, dengan menargetkan 75 anak dan warga yang membutuhkan bantuan.
Ketua Baznas Kabupaten Nunukan, Ustad Zahri Fadli, menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dari kalangan kurang mampu. Mengingat biaya khitan saat ini bisa mencapai Rp2 juta per orang, kegiatan ini menjadi solusi nyata agar mereka tidak terbebani biaya pengobatan.
“Biaya khitan saat ini tidak sedikit, bisa mencapai dua juta rupiah. Melalui program ini, kami berharap beban masyarakat dapat terangkat dan mereka bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ujar Zahri.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program yang telah berjalan merata di berbagai wilayah. Sebelumnya, serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Sei Menggaris dan seluruh kecamatan di Pulau Sebatik. Selanjutnya, giliran wilayah Kecamatan IV yang akan menjadi sasaran berikutnya.
Yang membuat program ini istimewa, khitan massal ini terbuka tanpa membedakan agama dan usia. Baznas Nunukan mengakomodir siapa saja yang membutuhkan, termasuk anak-anak non-Muslim maupun orang dewasa. Sebagai contoh, pada pelaksanaan hari ini tercatat dua anak dari keluarga non muslim ikut dikhitan. Sebelumnya di Kecamatan Sei Menggaris, ada peserta khitan yang sudah berusia 30 tahun.
“Prinsip kami adalah membantu siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang. Tidak ada batasan usia maupun agama, selama membutuhkan bantuan, kami sambut dengan terbuka,” tambahnya.
Tak hanya mendapatkan layanan khitan secara gratis, setiap peserta juga menerima paket bantuan senilai Rp150.000. Paket tersebut berisi perlengkapan seperti sarung dan uang tunai untuk membantu kebutuhan pasca-khitan.
Dengan adanya program ini, Baznas Nunukan berharap nilai kebaikan dari zakat dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, menciptakan kebersamaan, dan meringankan beban hidup warga Kabupaten Nunukan.
Zahri juga menyampaikan harapan agar program serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan di tahun-tahun mendatang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, donatur, dan pihak terkait untuk terus bersinergi agar semakin banyak warga yang terbantu.
“Kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini. Dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi modal utama kami untuk terus hadir memberikan manfaat. Semoga kebaikan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lagi mereka yang membutuhkan di seluruh penjuru Kabupaten Nunukan,” pungkasnya. (ADHE/DIKSIPRO)
