NUNUKAN – Hujan deras yang mengguyur selama dua jam sejak dini hari, Senin (3/8/2026), memicu banjir besar yang merendam sejumlah kawasan pemukiman di Kota Nunukan. Luapan air bahkan mencapai ketinggian lebih dari satu meter, membuat warga yang masih terlelap segera terbangun dalam kepanikan.
Hujan deras mulai turun sekitar pukul 04.00 Wita. Dalam waktu singkat, debit air Sungai Bolong yang membelah kota melonjak tajam. Warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi yang pertama kali menyadari bahaya, lalu saling berteriak mengingatkan tetangga untuk segera menyelamatkan diri dan barang berharga.
Kondisi semakin mengkhawatirkan karena berbarengan dengan pasang air laut yang cukup tinggi. Pertemuan dua aliran air ini membuat luapan semakin deras dan sulit surut.
Kawasan yang paling terdampak meliputi Selisun, perbatasan Nunukan Selatan dan Kampung Solor, Nunukan Tengah, Pasar Baru, Nunukan Timur, hingga Sei Bilal di Nunukan Barat.
Di kawasan Pasar Baru, tepatnya RT 003 dan RT 004, warga memilih berdiam di luar rumah setelah memindahkan perabotan ke tempat lebih tinggi. Ketakutan mereka bukan tanpa alasan.
“Saya khawatir seperti kejadian tahun 90-an dulu, air naik sangat cepat hingga menghanyutkan rumah dan menelan korban jiwa. Apalagi saat ini air laut sedang pasang,” ungkap Ican (23), warga sekitar bantaran sungai.
Ican juga mengingatkan pentingnya perawatan saluran air. “Kita tidak bisa hanya menyalahkan alam. Saluran pembuangan banyak yang mampet sampah dan pendangkalan sungai tidak segera dikikis,” tambahnya.
Sementara itu, Elisius Sili Laga (warga Selisun RT 13) yang sudah 30 tahun menetap di sana mengaku ini adalah banjir terbesar yang pernah ia saksikan.
“Saluran di lingkungan kami sudah baik, tapi sungai pembatas wilayah ini terlalu kecil dan dangkal untuk menampung debit air hujan. Ini butuh perhatian serius pemerintah,” ujarnya. Petugas kepolisian juga turun langsung ke lokasi untuk mengatur lalu lintas di jalanan yang tergenang.
Saat informasi ini dihimpun, air di kawasan Sei Bilal yang sebelumnya dikabarkan merendam pemukiman warga, sudah mulai surut. Warga terlihat sibuk membersihkan lumpur dan sisa genangan air di rumah masing-masing.(ADHE/DIKSIPRO)
