Sajikan Nasi Rosul Sepanjang 8 Meter Simbol Kebersamaan FKDB Nunukan di Bulan Kemerdekaan

NUNUKAN – Setelah sukses menarik perhatian masyarakat dengan menghadirkan kue kuliner sepanjang 14 meter dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 lalu, Forum Komunikasi Dedur Belungon (FKDB) Kabupaten Nunukan kembali membuat gebrakan.

‎Tahun ini, FKDB Nunukan menghadirkan olahan pangan berbahan dasar beras ketan yang dikenal sebagai Nasi Rosul, dengan ukuran fantastis mencapai panjang 8 meter dan lebar sekitar 40 sentimeter. Uniknya, sajian tersebut dilengkapi 600 butir telur ayam rebus dan dipertontonkan kepada masyarakat di kawasan depan Tugu Dwi Kora Nunukan, Ahad (23/8/2026).

‎Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat dalam suasana bulan kemerdekaan.

‎Ketua FKDB Kabupaten Nunukan, Yenny Rahman, mengatakan pembuatan Nasi Rosul tersebut merupakan bentuk kegembiraan dan rasa syukur anggota FKDB atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegembiraan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk kegiatan sosial dengan membagikan makanan kepada masyarakat.

‎“Ini bentuk kegembiraan dan rasa syukur kami dari FKDB Nunukan atas kelahiran junjungan kita Rasulullah SAW. Kegembiraan dan rasa syukur tersebut kami wujudkan melalui aksi sosial dengan membagikan kuliner ketan olahan ini kepada masyarakat Nunukan,” ujar Yenny.

‎Untuk menghasilkan Nasi Rosul sepanjang 8 meter tersebut, FKDB membutuhkan sebanyak 60 kilogram beras ketan dan santan kental hasil perahan dari 50 butir kelapa. Proses pengolahan hingga penyajiannya dilakukan secara gotong royong oleh anggota FKDB.

‎Yenny menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dikaitkan dengan semangat kebersamaan yang tumbuh selama momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung sepanjang Agustus.

‎“Agustus ini bulan kemerdekaan. Jadi semangat yang kami bawa adalah semangat kebersamaan, persaudaraan dan gotong royong. Nilai-nilai itu pula yang ingin kami hadirkan melalui kegiatan ini,” tambahnya.

‎Sejak pagi, kegiatan tersebut langsung menyedot perhatian warga. Masyarakat yang melintas di kawasan Alun-Alun Kota Nunukan terlihat memadati lokasi untuk menyaksikan sajian Nasi Rosul berukuran jumbo tersebut.

‎Acara diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan pemotongan bagian pertama Nasi Rosul oleh tokoh agama sekaligus penceramah kondang di Nunukan, Ustaz Ruslan.

‎Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua HKBB Kabupaten Nunukan, Drs. H. Abd. Karim, M.Si., selaku organisasi yang menaungi FKDB Kabupaten Nunukan.

‎Dalam sambutannya, Abd. Karim memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan semangat gotong royong FKDB yang dinilainya mampu mengemas kegiatan keagamaan menjadi sebuah aksi sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.

‎“Yang dilakukan FKDB hari ini bukan sekadar membuat makanan sepanjang delapan meter. Di balik panjangnya Nasi Rosul ini ada pesan yang jauh lebih panjang, yakni pesan persaudaraan, kebersamaan dan kepedulian,” ujarnya.

‎Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam membangun silaturahmi, saling menghargai dan peduli terhadap sesama.

‎“Kalau sebuah kegiatan mampu membuat orang berkumpul, saling menyapa dan kemudian pulang membawa kebahagiaan, maka sesungguhnya di situlah nilai sosial dan agama bertemu. Saya berharap semangat seperti ini terus dipertahankan FKDB,” katanya.

‎Selain melalui swadaya anggota FKDB, pendanaan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua Y-FKAB Kabupaten Nunukan, Dr. H. Ady Irwansyah, A., Sp.KJ.

‎Sesuai niat awal, Nasi Rosul tersebut kemudian dikemas ke dalam kotak plastik. Sebanyak 840 paket berhasil dihasilkan dan seluruhnya dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.

‎Tidak membutuhkan waktu lama, ratusan paket tersebut habis dibagikan. Warga yang menerima makanan tampak antusias, sementara suasana di sekitar Tugu Dwi Kora semakin semarak oleh interaksi antara anggota FKDB dan masyarakat.

‎Menutup kegiatan, Yenny Rahman menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

‎Atas nama keluarga besar Peradi Dedur Belungon FKDB Kabupaten Nunukan, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan keakraban di tengah masyarakat.

‎“Silaturahmi harus terus kita bangun. Kita harus saling tegur, saling peduli dan saling menguatkan. Tegor Beselimpung, The Power of Beperadi, bukan hanya menjadi semboyan, tetapi harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam setiap kegiatan bermasyarakat,” pungkasnya.

Melalui Nasi Rosul sepanjang 8 meter itu, FKDB Nunukan kembali menunjukkan bahwa sebuah tradisi kuliner dapat menjadi medium untuk memperkuat silaturahmi, berbagi kebahagiaan dan menghadirkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version