Politeknik Negeri Nunukan Sempurnakan Pedoman Magang

NUNUKAN — Politeknik Negeri Nunukan (PNN) terus bergerak menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata di lapangan. Langkah strategis ini diperkuat melalui Rapat Senat yang digelar pada Selasa (4/8/2026), di mana PNN secara resmi membahas dan menyempurnakan pedoman pembaharuan program magang untuk Tahun Akademik 2026–2027.

Direktur PNN, Arkas Viddy, menegaskan bahwa pembaharuan pedoman ini menjadi bukti nyata komitmen kampus vokasi satu-satunya di Kalimantan Utara dalam menjembatani kesenjangan antara ruang kelas dengan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri (DUDI). PNN tidak hanya mencetak lulusan yang berijazah, tetapi memastikan setiap mahasiswa siap terjun langsung ke lingkungan profesional dengan kompetensi yang relevan.

‎Rapat Senat yang dihadiri jajaran manajemen, Ketua Program Studi, Kepala Bagian, serta perwakilan dosen dari berbagai jurusan memastikan bahwa fokus utama pembahasan bukan sekadar memperbarui aturan, melainkan memperkuat substansi program magang agar benar-benar menjadi wadah pembentukan kompetensi yang sesuai dengan standar industri saat ini. Pembaharuan ini menyasar empat program studi unggulan PNN: Teknik Alat Berat, Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan, Administrasi Bisnis, dan Teknologi Hasil Perikanan .

‎Dalam paparan yang disampaikan, pihak pimpinan PNN menjelaskan bahwa dunia kerja dan industri terus berubah begitu cepat. Teknologi baru muncul, standar kompetensi diperbarui, dan kebutuhan perusahaan berkembang. Pedoman magang yang ada perlu disesuaikan agar tidak tertinggal. PNN menyadari bahwa pendidikan vokasi tidak boleh berjalan sendiri tanpa melihat kebutuhan di luar sana.

‎‎”Pendidikan vokasi tidak boleh berjalan sendiri tanpa melihat kebutuhan di luar sana. Jika kurikulum dan program magang tidak sinkron dengan apa yang dibutuhkan dunia usaha dan industri, maka lulusan kita akan kesulitan bersaing,” ungkap salah satu pimpinan PNN dalam rapat yang berlangsung. Komposisi pembelajaran PNN yang mengusung 60% praktik dan 40% teori semakin diperkuat dengan pedoman magang yang lebih terstruktur .

‎Pembaharuan ini juga merespons masukan yang telah dikumpulkan dari berbagai mitra industri, alumni, serta pelaku usaha di wilayah Nunukan dan sekitarnya selama dua tahun terakhir. Hasilnya, banyak hal yang perlu disesuaikan: mulai dari durasi magang, pembagian tahapan, kompetensi yang harus dicapai, hingga sistem penilaian yang lebih objektif dan transparan. Penempatan magang tidak hanya di Nunukan, tetapi juga meluas ke Malinau, Tarakan, hingga Sebatik.

‎Salah satu hal menarik yang diperbarui adalah sistem penempatan berbasis rotasi, yang memungkinkan mahasiswa memahami berbagai bidang tugas secara menyeluruh. Bukan hanya satu divisi saja. Selain itu, PNN juga memperkuat kerja sama dengan mitra strategis seperti PT United Tractors, yang tidak hanya menempatkan mahasiswa magang tetapi juga mengirimkan praktisinya sebagai penguji kompetensi serta menghibahkan alat praktik senilai ratusan juta rupiah.

‎PNN juga mengintegrasikan program magang ini dengan target Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus, yaitu memastikan minimal 60% lulusan langsung bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi dalam satu tahun setelah kelulusan . Monitoring berkala selama masa magang akan dilakukan langsung oleh tim PNN untuk memastikan mahasiswa benar-benar menguasai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

‎Dengan pedoman magang yang baru ini, Politeknik Negeri Nunukan semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang responsif dan adaptif. Mahasiswa tidak hanya akan belajar teori di kelas, tetapi langsung merasakan denyut nadi dunia kerja. Sehingga saat lulus, mereka bukan sekadar pemegang ijazah, melainkan tenaga profesional yang siap pakai, siap bersaing, dan siap membangun Kalimantan Utara.(ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version