Nyaris Adu Jotos Ka Ops PT. Pelni Nunukan Vs Ketua ALFI

NUNUKAN – Insiden adu mulut nyaris berujung perkelahian terjadi di Kantor PT Pelni Nunukan di Jl. A. Yani Nunukan, Kalimantan  Utara pada Kamis (23/4/2025).

‎Peristiwa yang berlangsung sekitar Pk. 09.30 Wita itu melibatkan Kepala Operasional (Ka Ops) PT. Pelni Nunukan, Jumani AR Mogo  dengan Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Nunukan, Sumari.

Berdasar keterangan Sumari, kejadian berawal ketika dia bersama Kepala

Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Muchtar berkunjung ke Kantor PT. Pelni untuk berkoordinasi terkait penerapan  Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP-DPJL 34 Tahun 2025. Tentang Tata Cara Dan Mekanisme Penerbitan Perintah  Pengapalan (Shipping Instruction) Dalam Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang di Laut Dari Dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (T3P)

‎”Karena pada beberapa butir isi surat tersebut pihak PT Pelni keliru menafsirkannya,” kata Sumari.

‎Namun, masih menurut Sumari, kedatangan mereka justru disambut dengan sikap tidak bersahabat dari Jumani AR Mogo, Kepala Operasional PT. Pelni Nunukan.

‎“Saat kami datang dan saya belum sempat menyampaikan apa-apa, sudah dibentak-bentak oleh dia (Jumani),” ujar Sumari.

‎Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Sumari yang mengaku terpancing emosinya langsung merespon sehingga terjadi perdebatan sengit antara keduanya.

‎Situasi sempat memanas hingga hampir berujung perkelahian. Namun, kontak fisik antara keduanya berhasil digagalkan oleh beberapa orang yang berada di sekitar tempat kejadian dengan melerai kedua belah pihak.

‎Menjawab pertanyaan yang diajukan media ini, Kepala DKUKMPP Kabupaten Nunukan, Muchtar membenarkan adanya insiden tersebut bahkan ikut melerai ketika kedua pihak sudah terlihat mengambil ancang-ancang saling aksi bertukar pukulan. 

‎“Kami datang untuk maksud berkoordinasi. Tapi kenapa disambut dengan bentakan. Kami ini tamu, mestinya dilayani secara baik,” ungkap Muchtar yang sangat menyayangkan perlakuan yang mereka alami justru terjadi langsung dihadapan Kepala PT. Pelni Cabang Nunukan yang seharusnya dapat menjaga suasana tetap kondusif.

‎Baru dapat dikonfirmasi Jum’at (24/4/2026), Kepala PT Pelni Cabang Nunukan, Sudjito menerangkan, inti dari tujuan kedatangan Ketua ALFI Nunukan ke kantor mereka saat itu bermaksud meminta agar pendistribusian quota kontainer muatan KM Lognus ditangani oleh ALFI.

Menurut Sudjito, hal itu tentu saja tidak bisa dilakukan mengingat aturan pusat berlaku yang mereka terapkan, pembagian quota muatan kontainer pada kapal pengangkut menjadi kewenangan pihak PT. Pelni dan regulasinya tidak bisa dirubah karena terprogram by system.

‎”Beberapa kali kami coba jelaskan, tugas tersebut merupakan wilayah kerja operator pelayaran dalam hal ini PT Pelni,” ujar Sudjito.

‎Mendampingi Kepala PT. Pelni Cabang Nunukan saat wawancara ini berlangsung, Kepala Operasional PT. Pelni Nunukan, Jumani AR Mogo menjelaskan kronologis peristiwa sehingga sempat terjadi adu mulut bahkan nyaris adu jotos antara dirinya dengan Ketua ALFI Nunukan disebabkan sama-sama terbawa emosi karena kedua belah pihak bersikukuh mempertahankan kebenaran argumentasinya masing-masing.

‎”Ketua ALFI yang tidak mau tuntas mendengarkan penjelasan kami. Akhirnya yang terjadi adu mulut dengan intonasi suara kedua belah pihak yang terus semakin meninggi dan hampir terjadi,” kata Jumani.

Oleh beberapa orang yang ikut melerai, kedua orang yang bertikai ini akhirnya berhasil dipisahkan satu sama lain dan situasi di tempat kejadian kembali kondusif seperti sebelumnya. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version