‎Menuju Target Akhir 2.800 Porsi, SPPG Bukit Arung Perkuat Semangat Pengabdian

‎NUNUKAN – Semangat pengabdian semakin diperkuat seiring makin besarnya tanggung jawab yang dipikul. Menjelang peluncuran layanan penuh Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mulai Kamis (23 Juli 2026), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera terus mematangkan segala persiapan untuk melayani 2.800 penerima manfaat.

‎Perlu diketahui, beban pelayanan ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan: dari awalnya hanya sekitar 600 porsi, kemudian naik drastis menjadi 2.095 porsi, hingga kini mencapai target akhir 2.800 porsi makanan bergizi setiap harinya.

‎”Kami terus membenahi seluruh sisi pelayanan dengan tetap berpegang teguh pada SOP yang berlaku. Mulai dari ketersediaan sarana prasarana hingga kesiapan kinerja seluruh relawan, berbagai langkah telah kami ambil demi pelayanan terbaik,” ujar Koordinator Divisi Humas SPPG Bukit Arung Sejahtera, Ambrosius Tukan.

‎Selain mempererat kekompakan dan kedisiplinan, pihaknya juga menanamkan motivasi mendalam kepada seluruh relawan. Tugas ini bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, melainkan sebuah ibadah pelayanan kepada sesama.

‎”Kami ingin tercipta pelayanan yang tulus, ramah, penuh empati, dan benar-benar bermanfaat bagi yang menerima. Semoga ini juga menjadi amal jariyah yang bernilai tinggi di sisi Tuhan,” tambah Ambrosius.

‎Semangat inilah yang diharapkan membuat setiap tugas terasa ringan, melahirkan kepuasan batin bagi relawan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

Peralatan lengkap dan Kesejahteraan Relawan Dijamin

‎Kepala SPPG Bukit Arung Sejahtera, Priancha Pandu, mengakui lonjakan jumlah porsi ini otomatis menambah beban kerja.

‎”Peningkatannya terjadi sangat cepat. Karena itu kami fokus pada dua persiapan utama: teknis-peralatan, serta kesiapan sumber daya manusia,” jelasnya.

‎Secara peralatan, saat ini sudah tersedia 2.400 set alat makan ompreng yang siap pakai. Selebihnya, melengkapi dengan stok tambahan yang memang sudah tersedia dan tengah proses sterilisasi.

‎Untuk tenaga kerja, manajemen telah turun langsung mengecek kesiapan di lapangan serta memberikan dorongan semangat bagi seluruh tim. Meski belum direncanakan penambahan tenaga secara besar-besaran, kesejahteraan relawan tetap menjadi prioritas utama.

‎”Kami sedang menyusun penyesuaian upah harian yang disesuaikan dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional dan aturan terbaru. Langkah ini sudah dipastikan berjalan, sebagai bentuk jaminan kenyamanan dan apresiasi kami atas kerja keras seluruh relawan,” tegas Pandu. (ADHE/DIKSIPRO)

Komentar
Exit mobile version