NUNUKAN – Sebagai pejabat yang baru bertugas di Kabupaten Nunukan, – dilantik di Tanjung Selor pada tanggal 9 Oktober 2025 lalu – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan, H. Aliansyah, S.Ag., M.AP mengaku mendapat ‘kejutan’ dari keharmonisan hubungan antar umat beragama daerah ini.
Hal tersebut dipastikan setelah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan, pada tanggl 29 Nopember 2025 lalu berhasil meraih Juara 2 tingkat nasional ajang Harmony Award 2025, gelaran Kementerian Agama RI.
“Bagi saya, itu sebuah surprise yang luar biasa. Membuktikan bahwa hubungan umat antar agama di daerah ini terbina sangat baik, ujar Aliansyah.
Pernyataan tersebut dikatakan Aliansyah melalui sambutan yang disaampaikannya saat menghadiri undangan kegiatan Early Warning System (EWS) yang dilaksanakan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nunukan Selatan, Rabu (31/12/2025) lalu.
Namun, pencapaian tersebut menurut Aliansyah jangan membuat kita semua terlena. Yang harus dilakukan setelahnya, bagaimana semua pihak di daerah ini mampu meneruskan dan mewariskan, apa yang sudah terbangun itu kepada generasi yang akan datang.
“Kita harus memberikan edukasi-eduksi secara masif kepada generasi muda kita. Yang namanya kerukunan itu merupakan harga mati. Kerukunan merupakan pilar penting dalam bermasyarakat. Nunukan akan ‘roboh’ jika kerukunan itu tidak terjalin. Karena dampaknya bisa merusak dan meluas ke berbagai aspek kehidupan,” tegas Aliyansyah.
Pada peran serta mendukung terbangunnya kerukunan umat antar agama, menurut dia, Kemenag Kabupaten Nunukan senantiasa memberikan eduksi-eduksi, penyuluhan oleh para tenaga penyuluh yang dimiliki, bahwasanya moderasi beragama tidak hanya diterapkan bukan hanya di system level atas tapi sampai pada akar rumput.
Hal tersebut, lanjutnya, memang merupakan program Asta Protas (Delapan Program Prioritas Kemeterian Agama RI untuk periode tahun 2025-2029, untuk mewujudkan Kementerian Agama yang berdampak bagi umat dan bangsa. Menckup Penguatan Kerukunan, Ekoteologi, Layanan Keagamaan, Pendidikan Unggul, Pemberdayan Pesantren, Ekonomi Umat, Sukses Haji, dan digitlisasi tata Kelola. (ADHE/DIKSIPRO)
