Nunukan

Evakuasi Buaya di Jl. Limau Tertunda

NUNUKAN – Evakuasi terhadap dua ekor buaya yang ditemukan warga pada salah satu rawa di Jl. Limau RT.03 RW.01 Kelurahan Nunukan Selatan yang dijadwalkan Jum’at (23/7), tertunda. Penundaan dilakukan karena kendala sarana peralatan yang dimiliki oleh Tim Pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nunukan.

Pasukan Damkar yang menurunkan 9 orang personil, 1 unit kendaraan roda empat dan 1 unit mesin air terpaksa meninggalkan tempat keberadaan buaya dimaksud sebelum melakukan tindakan apapun. Rencana evakuasi ‘monster rawa’ saat itu juga dilibati oleh Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Nunukan Selatan. Selain itu, Lurah Nunukan Selatan Kelik Suharyanto juga terlihat hadir bersama sejumlah staf kelurahannya.

“Melihat kondisi di lapangan, belum ada yang bisa kami (Damkar) lakukan untuk evakuasinya. Salah satu cara manual yang bisa dilakukan mungkin dengan memancingnya menggunakan umpan seekor ayam atau barang santapan buaya lainnya,” terang Suwar, Komandan Pleton Rescue Damkar Nunukan beberapa saat sebelum memimpin anggotanya meninggalkan lokasi keberadaan buaya dimaksud.

Upaya lain untuk menaklukan buaya yang mulai meresahkan warga sekitar itu, seperti diusulkan Lurah Nunukan Selatan, Kelik Suharyanto dilakukan dengan melibatkan seorang pawang buaya. Itu sebabnya saat berada dilokasi kejadian Kelik terlihat beberapa kali menggunakan telepon selulernya berusaha menghubungi pihak-pihak yang diangggap mengetahui keberadaan pawang buaya di Nunukan.

“Jika memang saat ini evakuasi belum bisa dilakukan, akan dilakukan kembali kordinasi dengan petugas guna mematangkan rencana evakuasinya. Jika perlatan yang dibutuhkan memang terbatas, kemungkinannya meminta bantuan seorang pawang buaya,” terang Kelik.

Pasukan Damkar yang diturunkan ke lokasi keberadaan buaya di Jl. Limau (Foto : PND)

Dilokasi kejadian saat itu memang sempat beberapa kali buaya yang dicari ini menampakkan diri muncul diatas permukaan air rawa. Namun seperti yang disampaikan sebelumnya, akibat keterbatasan alat, aksi buaya tersebut hanya menjadi tontonan oleh petugas maupun warga sekitar tanpa bisa melakukan tindakan lanjut apapun.

Posisi terdekat rumah warga dengan rawa yang menjadi hunian buaya tersebut hanya lebih kurang 2 meter dari bagian belakang rumah warga bernama Hairuddin (46). Hairuddin yang mengaku sudah berdomisili selama lebih kurang enam tahun dialamatnya sekarang. Namun baru seminggu terakhirnya melihat keberadaan dua ekor buaya tersebut.

Keberadaan dua ekor buaya yang mulai meresahkan warga sekitar ini pertama kali diinformasikan oleh tokoh warga setempat, Asri (46) melaui group WA Kelurahan Nunukan Selatan yang meminta masukan bagaimana sebaiknya tindakan dilakukan untuk mengatasi keresan warga tersebut.

“Warga  sudah sangat resah. Tidak sedikit hewan ternak berupa ayam atau bebek milik warga sekitar yang sudah menjadi mangsa buaya tersebut. Perlu segera ditindaklanjuti untuk menghindari hal-hal lebih buruk lainnya yang mungkin terjadi,” terang Asri.

Menurut Asri, diketahui keberadaan dua ekor buaya dirawa yang tidak jauh dari kediamnnya ini sekitar satu minggu lalu. Pada saat-saat tertentu, lanjut dia, buaya ini kerap menampakkan diri naik kedaratan untuk mendapatkan makanan. Hasilnya puluhan ekor ternak ayam maupun bebek milik warga sekitar tiba-tiba ‘menghilang’ sebelum akhirnya dipastikan telah menjadi mangsa kedua ekor hewan melata yang ganas itu.(PND/DIKSIPRO)

Komentar

Related Articles

Back to top button